Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Bisnis Asuransi

Setidaknya ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah ratio pemegang polis dengan jumlah penduduk, perkembangan premi bruto, dan fluktuasi nilai tukar USD/IDR. Faktor dan sangat terkait dengan pola konsumsi masyarakat dan daya beli konsumen (disposable income), serta kesadaran masyarakat akan kebutuhan asuransi jiwa dan tingkat kepercayaan terhadap industri asuransi jiwa. Adapun untuk asuransi umum, faktor-faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhannya adalah pertumbuhan ekonomi di sektor riil, serta fluktuasi nilai tukar USD/IDR.
Inflasi secara langsung mempengaruhi kinerja (tingkat laba) perusahaan di sektor riil serta daya beli masyarakat. Kenaikan inflasi di suatu periode dapat meningkatkan biaya produksi sehingga mengurangi laba perusahaan. Kenaikan inflasi juga dapat melemahkan daya beli masyarakat. Perkembangan terakhir memperlihatkan bahwa tingkat inflasi sudah pada level yang cukup baik dan terkendali, dimana tren ini merupakan sinyal positif bagi kinerja perusahaan dan daya beli masyarakat.
Variabel lain yang menentukan pertumbuhan ekonomi di sektor riil adalah tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga merupakan landasan atau ukuran bagi layak atau tidak layaknya suatu usaha/investasi. Tingkat suku bunga juga merupakan indikator penentuan tingkat pengembalian modal atas risiko yang ditanggung oleh pemilik modal di pasar keuangan dan pasar modal. Tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil ke arah yang lebih baik. Meskipun Bank Indonesia secara bertahap sudah menurunkan tingkat diskonto SBI, hingga saat ini perbankan nasional masih belum mengikutinya dengan penurunan suku bunga kredit.
Inflasi yang rendah dan terkendali, tingkat suku bunga yang rendah serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang stabil, merupakan sinyal positif yang mempengaruhi keputusan pelaku usaha/perusahaan untuk melakukan investasi, selain faktor-faktor non-ekonomi lainnya. Sektor riil yang bergerak memberikan peluang peningkatan permintaan pelaku usaha atas asuransi umum. Sinyal positif ini juga akan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga permintaan mereka atas asuransi jiwa juga diharapkan dapat meningkat. Hal ini memberikan harapan baru bagi asuransi jiwa dan asuransi umum dalam pertumbuhan pangsa pasarnya. Semakin besar pangsa pasar asuransi yang tergarap, secara otomatis makin besar juga pangsa pasar reasuransi.
Bagaimana perkembangan makro ekonomi ke depan dan pengaruhnya terhadap bisnis asuransi jiwa dan asuransi umum? Penulis mencoba melakukan analisa dengan menggunakan tiga skenario.
Skenario pertama: suku bunga turun, nilai tukar stabil, inflasi menurun, iklim investasi membaik dan kondisi sosial politik stabil, maka sektor riil bergerak, daya beli naik, tingkat kepercayaan konsumen tumbuh, permintaan asuransi jiwa dan asuransi umum naik, pangsa asuransi jiwa dan asuransi umum tumbuh cukup tinggi. Strategi yang dapat diambil dalam mengantisipasi skenario ini antara lain memperkuat modal untuk menunjang pertumbuhan bisnis, inovasi produk dan saluran distribusi, meningkatkan kerjasama internasional untuk memperkuat daya saing dan memperluas pasar, serta fokus pada yield investasi dengan memperhatikan tingkat risiko.
Skenario kedua: suku bunga turun, nilai tukar stabil, inflasi menurun, tapi sektor riil tidak bergerak, maka penggangguran meningkat, daya beli menurun, tingkat kepercayaan konsumen menurun, permintaan asuransi jiwa dan asuransi umum turun atau tidak bergerak, sehingga pangsa pasar asuransi tidak tumbuh atau tumbuh kecil, akses modal juga semakin sulit. Strategi yang dapat dipilih antara lain meningkatkan kerjasama internasional untuk memperluas pasar internasional, manajemen risiko yang ketat, inovasi produk, fokus pada pasar retail yang akan tumbuh pesat, menjaga kebijakan investasi yang konservatif.
Skenario ketiga: indikator moneter memburuk dan sektor riil kembali terpukul, maka penggangguran meningkat, sosial politik mulai tidak stabil, daya beli menurun, risiko asuransi meningkat, sehingga tarif premi naik dengan kapatasitas yang terbatas dan mahal, pada akhirnya industri asuransi terpukul. Strategi yang dapat diambil adalah manajemen risiko yang lebih ketat, fokus pada hasil underwriting bersih bukan pertumbuhan premi, kebijakan investasi hanya pada sekuritas bebas risiko.
Apapun yang akan terjadi pada perekonomian nasional di masa datang selalu membawa dua sisi yang saling bertentangan. Ibarat dua sisi mata uang, di dalam setiap perubahan akan ada kesempatan dan risiko. Kejelian dan kreativitas yang dibayangi dengan optimisme yang realistis sangat dibutuhkan untuk menangkap dan memanfaatkan setiap peluang yang dihasilkan oleh perubahan.

One comment

  1. Aleksander Manamoada · Januari 10, 2012

    Makasih Ka’ Herlambang atas postingan makroekonominya, kebetulan ada tugas akhir UAS dri dosen nih, bingung nyari analisis, eh pas nyari lngsung dapat yg pas dan singkat tp padat, skali lg makasih ya, tetap semangat dan sukses selalu ^_^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s